Senin, 10 Januari 2011

Budi Daya Jambu Getas Merah Menguntungkan

BERAWAL dari coba-coba membudidayakan buah jambu getas merah, belakangan justru didapat hasil yang cukup menggiurkan. Tanaman yang buahnya konon berkhasiat bisa  menurunkan tekanan darah tinggi dan penyembuh penyakit demam berdarah itu, kini dibudiayakan di Desa Kalipakis, Kecamatan Sukorejo, Kendal.

Adalah lima warga desa yang masih memiliki hubungan kerabat, pada 2002 lalu berinisiatif menanam bibit jambu getas merah di ladang masing-masing. Mereka adalah Parimin (35), Slamet (40), Basir (50), Parjuyan (32), dan Sunarto (37).
’’Ketika itu kami memperoleh bibit jambu getas merah dari seorang rekan dari Citayam, Bogor. Kami mengetahui buah jambu  tersebut diminati pasar, khususnya pasar swalayan,’’ ungkap Parimin di ladangnya, kemarin.

Sejumlah bibit tanaman hasil pemberian tersebut ditanam di ladang yang sebelumnya dibiarkan tak dimanfaatkan secara maksimal. Ladang-ladang yang berada di lereng perbukitan itu, ternyata sangat cocok. Buktinya, belum genap satu tahun, tanaman itu telah menghasilkan buah.

’’Dari waktu ke waktu buah yang dihasilkan semakin banyak. Puncaknya saat berusia empat hingga enam tahun. Dalam satu kali panen setiap pohon bisa menghasilkan buah 50 kg. Dalam setahun tanaman bisa dipanen dua kali,’’ tuturnya.

Lebih dari itu, di luar masa panen, tanaman ini juga mampu menghasilkan buah yang cukup berlimpah dan dapat dipetik dua kali dalam sepekan. ’’Kalau dihitung-hitung, hasil bersih dari satu kali panen di lahan seluas 2.500 m2 bisa mencapai Rp 20 juta. Di lahan seluas itu, dapat ditanami 100 pohon jambu,’’ ungkapnya.

Untuk musim panen, harga jambu kualitas A Rp 2.500-Rp 3.000 per kg, sedangkan kualitas B Rp 1.000 per kg. Di luar musim panen, seperti saat ini harga jambu bisa naik dua kali lipat. Kualitas A Rp 5.000 per kg (dibeli dari petani). Setiap kg jambu kualitas A berisi empat hingga lima buah.
Membangun Rumah Sejak beberapa tahun terakhir daerah Kalipakis dikenal sebagai  desa penghasil jambu getas merah, sehingga banyak konsumen besar yang datang ke tempat itu untuk membeli hasil panen. Di luar itu, ada sedikitnya 10 pengepul jambu yang siap mengirim buah dalam jumlah besar ke beberapa swalayan di Yogyakarta, Semarang, Jakarta, Surabaya, dan Solo.

Jambu jenis ini secara fisik hampir mirip dengan buah jambu klutuk. Tapi, buah ini memiliki ukuran lebih besar dengan bagian dalam berwarna merah cerah. Berbeda dengan jambu bangkok yang dikenal berukuran besar, bagian dalamnya berwarna putih.

’’Karena hasilnya sangat menguntungkan, hampir sebagian warga pemilik lahan di Desa Kalipakis beralih menanam jambu getas merah. Awalnya, di ladang-ladang mereka ditanami padi dan palawija. Namun, setelah dihitung-hitung, hasil bersih dari menanam padi dan palawija hanya sepersepuluh daripada menanam jambu jenis ini.’’

Budi daya jambu getas merah juga merambah ke sejumlah desa lain di Kecamatan Plantungan, Pageruyung, dan Patean. ’’Jujur saja, dari hasil budi daya ini, sejak 2004 lalu saya mampu    merehab rumah tinggal yang semula hanya bangunan semipermanen dari papan sengon,’’ katanya.

Ya, rumah Parimin kini bisa dikata cukup megah, dengan lantai keramik dan pagar di sekelilingnya. Sebuah mobil bak terbuka terlihat berada di garasi rumahnya. ’’Beberapa petani seangkatan saya saat ini juga sudah bisa merasakan hasil menanam jambu getas merah. Buah jenis ini diminati pasar dan berapa pun jumlahnya akan diserap pasar,’’ tutur suami Ismiyatun (28) itu didampingi petani yang lain, Jumali. (Setyo Sri Mardiko-37)

Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2008/06/28/19642/Budi.Daya.Jambu.Getas.Merah.Menguntungkan

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2010 Usahaku. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan